Inter Milan Gagal Total Musim Ini: Dibantai di Final UCL, Ditinggal Fans, dan Kini Siap Rebuilding!

Musim 2024-2025 menjadi mimpi buruk bagi Inter Milan. Alih-alih menorehkan sejarah sebagai treble winners, Nerazzurri justru harus mengakhiri musim tanpa satu pun gelar. Kekecewaan semakin dalam setelah mereka dihancurkan Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions Eropa dengan skor telak 5-0.
Kekalahan Memalukan di Final Liga Champions
Bertanding di Allianz Arena, harapan Inter Milan untuk mengangkat trofi Liga Champions buyar seketika. Anak asuh Simone Inzaghi tak berkutik menghadapi dominasi PSG. Gawang yang dijaga oleh Yann Sommer sudah kebobolan dua kali hanya dalam 20 menit pertama.
Akhrf Hakimi membuka pesta gol PSG di menit ke-12, disusul oleh talenta muda, Désiré Doué, yang menggandakan keunggulan di menit ke-20. Babak kedua tak membawa perubahan positif. Doué kembali menjebol gawang Sommer, kemudian disusul gol-gol dari Khvicha Kvaratskhelia dan Senny Mayulu, melengkapi penderitaan Inter Milan.
Skor akhir 5-0 bukan hanya menyakitkan, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai kekalahan terbesar dalam partai final Liga Champions Eropa.
Disambut Sepi di Italia, Pemain Inter Bungkam
Setibanya di Bandara Malpensa, para pemain Inter Milan tak mendapat sambutan hangat. Hanya satu orang fans yang hadir menyambut mereka.
“Saya satu-satunya idiot di sini, tapi mereka tetap pantas mendapat tepuk tangan,” ucap fan loyal tersebut dengan nada getir.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, seluruh pemain dan staf memilih bungkam dan langsung meninggalkan bandara tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada media. Pemandangan tersebut mencerminkan betapa pahitnya akhir musim bagi Inter Milan.
Mimpi Treble Winners yang Hancur Berantakan
Musim ini awalnya penuh harapan bagi Inter. Mereka sempat berada di jalur untuk meraih treble: Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions. Namun semuanya runtuh dalam beberapa pekan terakhir.
Scudetto lepas ke tangan Napoli, hanya dengan selisih satu poin di klasemen akhir.
Coppa Italia pun gagal mereka menangkan setelah disingkirkan oleh rival sekota, AC Milan, di semifinal dengan agregat mencolok 1-4.
Dengan hasil ini, masa depan Simone Inzaghi sebagai pelatih mulai dipertanyakan. Isu perombakan skuad pun mencuat untuk membangun tim yang lebih muda dan kompetitif.
Rencana Regenerasi: Inter Incar Jay Idzes
Salah satu nama yang dikaitkan dengan proyek regenerasi Inter Milan adalah Jay Idzes, bek tengah keturunan Indonesia berusia 24 tahun yang kini memperkuat Venezia. Idzes tampil solid selama Serie A 2024-2025 meskipun timnya harus terdegradasi ke Serie B.
Venezia kabarnya siap melepas tiga pemain kunci, termasuk Idzes, yang memiliki tinggi 1,90 meter dan postur ideal sebagai tembok pertahanan. Nilai pasarnya ditaksir sekitar €5-6 juta (Rp86 miliar) — angka yang cukup realistis bagi Inter Milan.
Sebelum bergabung ke klub baru, Jay Idzes akan membela Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ia dijadwalkan tampil melawan China (5 Juni 2025) dan Jepang (10 Juni 2025) bersama skuad Garuda lainnya.
- Tak Hanya Idzes: Gehi dan Bijol Juga Masuk Radar
- Selain Jay Idzes, Inter Milan juga melirik dua nama lainnya untuk lini belakang:
- Marc Guéhi (Crystal Palace)
Bek kelahiran Abidjan ini menjadi target serius Nerazzurri. Kontraknya bersama Palace berakhir 2026, dan beberapa klub elite seperti Real Madrid, Chelsea, dan Barcelona juga meminatinya.
Guéhi mengawali kariernya bersama akademi Chelsea dan sempat mengantarkan Timnas Inggris U-17 menjuarai Piala Dunia U-17. Ia kemudian tampil solid bersama Swansea City sebelum pindah ke Crystal Palace pada 2021.
Jaka Bijol (Udinese)
Pemain internasional Slovenia ini dinilai cocok dengan kebutuhan Inter. Kontraknya tersisa dua tahun dan kabarnya bisa ditebus dengan mahar awal sebesar €20 juta, plus bonus. Inter yakin dapat menegosiasikan transfer dengan mulus.
Inter Milan Tak Menyerah, Incar Arda Güler
Menariknya, Inter juga mulai melirik lini tengah. Nama Arda Güler, gelandang muda milik Real Madrid, kembali muncul dalam radar Inter Milan.
Meskipun gagal mendatangkannya pada 2023 karena keterbatasan dana, situasi finansial Inter kini lebih stabil. Kehadiran Hakan Calhanoglu di skuad membuat Güler dikabarkan tertarik, apalagi Calhanoglu memberikan dukungan penuh.
“Arda adalah pemain penting dan saudara yang saya sayangi. Tentu saya ingin dia bermain di sini. Tapi dia tahu apa yang terbaik untuk dirinya,” ujar Calhanoglu dalam wawancara.
Güler sendiri sudah mencatatkan 43 penampilan dan 9 gol bersama Real Madrid sejak pindah dari Fenerbahçe.
Penutup: Inter Milan Wajib Bangkit di Musim Baru
Musim ini jelas menjadi catatan kelam dalam sejarah Inter Milan. Dari calon treble, mereka justru terpuruk tanpa satu pun gelar. Namun dengan rencana regenerasi yang mencakup nama-nama muda potensial seperti Jay Idzes, Marc Guéhi, Jaka Bijol, hingga Arda Güler, ada harapan bahwa Nerazzurri bisa bangkit kembali.
Akan sangat menarik untuk menyaksikan bagaimana Inter membangun kembali skuad mereka demi mengarungi musim kompetisi 2025-2026 dan menebus kegagalan pahit tahun ini.






