Viral Ambulans Ditolak Isi BBM hingga Turunkan Keranda, Ini adalah Faktanya

SEMARANG – Pertamina akhirnya angkat pengumuman menyikapi video ramai ambulans menurunkan keranda jenazah lantaran ditolak beli BBM dalam SPBU 41.501.28 Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Dalam video tersebar luas tersebut, sang pengunggah konten menyatakan bahwa ambulans tidak ada boleh mengisi BBM dengan dalih melanggar SOP.

Alasan yang dimaksud dikemukakan pihak SPBU diamini oleh corporate secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari. Dia menegaskan petugas SPBU menolak pengisian BBM bersubsidi sebab adanya pelanggaran prosedur. Ambulans tersebut, kata dia, bermaksud melakukan pembelian BBM bersubsidi dengan meminjam QR code kendaraan di area depannya.
“Setelah kami telusuri, QR Code ambulans yang dimaksud ternyata terblokir oleh sebab itu ada permasalahan dokumen kendaraan. Kami masih melakukan pengecekan terkait hal ini,” tutur Heppy.
Atas kejadian yang dimaksud Pertamina justru memberikan voucher gratis pembelian BBM terhadap pengemudi ambulans tersebut. “Mengingat Ambulans adalah kendaraan layanan umum, kami membantu agar ambulans yang dimaksud mampu beroperasi, dengan memberikan bantuan voucher BBM Dex Series,” kata dia.
Sehubungan dengan insiden ini, Heppu memohonkan operator ambulans segera mengurus QR code dengan melengkapi dokumen kendaraan. Sebab, QR Code bersifat pribadi lalu rahasia dan juga semata-mata digunakan untuk bertransaksi satu kendaraan terdaftar di tempat SPBU.
Dari hasil penelusuran Pertamina, diketahui mobil ambulans yang dimaksud belum melanjutkan pajak STNK sehingga tiada bisa jadi mendapat QR code.






