Joey Pelupessy: Kunci Keseimbangan Baru Timnas Indonesia di Lini Tengah

Debut yang Menggetarkan Hati di Lini Tengah
Dalam kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain, ada satu nama yang jadi buah bibir. Bukan karena gol atau assist spektakuler, melainkan berkat permainan simpel namun elegan yang ditunjukkannya. Yup, dialah gelandang bernomor punggung 14, Joey Pelupessy.
Sebagai seorang gelandang bertahan, atau yang lazim disebut gelandang nomor 6, kehadirannya di lini tengah Garuda sangatlah krusial. Ia bagaikan jangkar yang menjaga keseimbangan, menghubungkan pertahanan dengan lini serang, baik saat bertahan maupun menyerang. Posisi ini memang tak mudah. Seorang nomor 6 dituntut untuk selalu berada di momen yang tepat, dengan positioning yang akurat, demi melindungi lini belakang dari gempuran lawan.
Penasaran dengan analisis taktiknya? Mari kita selami lebih dalam!
Jejak Karier Sang Gelandang Maluku
Joey Matais Pelupessy adalah pemain berdarah Maluku yang kini merumput bersama SK Lommel di Liga 2 Belgia. Perjalanan kariernya pun tak kalah menarik. Ia menimba ilmu di Akademi FC Twente, dan yang lebih menarik, saat di tim U21, Joey sempat dilatih oleh juru taktik Timnas Indonesia saat ini, Patrick Kluivert!
Sayangnya, ia tak banyak mendapat tempat di tim utama Twente. Namun, itu tak menghentikan langkahnya. Gelandang berusia 31 tahun ini kemudian bergabung dengan Heracles Almelo pada 2014, mencatatkan lebih dari 100 penampilan, sebelum akhirnya hijrah ke klub Inggris, Sheffield Wednesday. Di sana, ia juga tampil sebanyak 119 kali sebelum melanjutkan petualangan ke Turki bersama Giresunspor. Setelah sempat kembali ke Eredivisie bersama Groningen, Joey akhirnya berlabuh di SK Lommel pada awal 2025.
Analisis Taktikal: Mengapa Joey Begitu Penting?
Di laga debutnya kontra Bahrain, Joey Pelupessy bermain penuh 90 menit sebagai gelandang bertahan. Ia berduet dengan Tom Haye di awal, lalu berpasangan dengan Ivar Jenner di pertengahan babak kedua.
Di atas lapangan, posisi Joey berada di depan tiga center-back, berfungsi sebagai jembatan saat fase membangun serangan. Indonesia sering menggunakan struktur 3-1 dalam build-up, di mana Joey berperan besar dalam sirkulasi bola dari tiga bek, memungkinkan Haye untuk bergerak lebih tinggi.
Joey adalah pemain yang selalu menyediakan koneksi atau jalur umpan bagi rekan-rekannya. Bayangkan saat terjadi backpass dan lawan melakukan pressing. Joey akan turun, menawarkan opsi umpan bagi pemain seperti Marten Paes. Ia juga terlihat sangat tenang dan tidak mudah kehilangan bola, lihai mengontrol tempo sambil memancing press lawan. Koordinasinya untuk membuka jalur umpan juga patut diacungi jempol, membuat tugas partner-nya di tengah jadi lebih mudah.
Seringkali, Joey rela “mengorbankan diri” menjadi target pressing lawan demi membebaskan Haye yang lebih melebar. Umpan-umpannya cenderung bersifat sirkulasi, dari kiri ke kanan, atau untuk menjaga posisi. Sementara umpan-umpan berisiko tinggi lebih dioptimalkan untuk Haye yang memang memiliki akurasi passing mumpuni. Joey lebih condong pada umpan untuk mengontrol posisi, mengamankan situasi yang kacau menjadi lebih terkendali dengan backpass atau operan samping.
Disiplin Posisi: Kunci Kekuatan Utama
Pemain kelahiran Almelo ini memiliki gaya bermain yang tenang dan sangat disiplin. Sebagai gelandang nomor 6, positioning yang tepat di depan bek sangatlah penting. Ia tidak mudah terpancing untuk melakukan overpress. Menurut tim Ruang Taktik, inilah atribut unggulan dari Joey Pelupessy.
Terlihat jelas dari awareness atau kewaspadaannya untuk selalu memindai ruang di belakangnya. Ia akan cepat bergeser untuk menutup jalur lawan yang berpotensi mengekspos ruang di tengah. Perhitungannya sangat matang sebelum bereaksi. Ketika melakukan pressing, ia memutuskan untuk tidak overpress dan segera kembali ke posisinya.
Momen lainnya adalah ketika Bahrain sudah berhasil menyerang di final third. Positioning Joey tetap berada di area luar kotak penalti, sambil memindai gelandang Bahrain yang berpotensi mengancam. Ini menunjukkan bahwa ia paham kapan harus melakukan zonal marking dan kapan harus man-to-man marking.
Ketika terjadi serangan balik, dengan cepat ia berusaha kembali ke posisinya demi mengamankan area tengah. Tak jarang pula ia melakukan koordinasi dengan pemain lain. Ini yang membuat Timnas Indonesia kemarin lebih sedikit terkena serangan balik. Aspek disiplin ini adalah hal yang tidak terlihat di laga-laga sebelumnya. Ingat gol Australia saat melawan Timnas? Itu berawal dari overpress gelandang kita yang membuat lawan bebas di tengah.
Kontribusi di Lini Belakang dan Udara
Di laga debutnya ini, Joey Pelupessy memang lebih banyak ditugaskan untuk menjaga pertahanan. Ia bahkan terlihat menggantikan peran bek yang maju ke kotak penalti lawan untuk melakukan set-piece. Joey juga membantu mengisi posisi tiga bek bersama Hubner dan Ridho, sebelum bertukar kembali dengan Ivar Jenner yang baru kembali dari kotak penalti lawan.
Bukan berarti tanpa aksi, Joey Pelupessy juga memotong alur bola gelandang Bahrain. Meski tidak banyak, ia beberapa kali terlihat memutus serangan lawan dengan melakukan duel atau tackle segera setelah lawan melakukan first touch.
Dalam aspek bola udara atau aerial duel, ia juga tak kalah tangguh. Di tengah lapangan, Joey berhasil memenangkan duel dengan pemain Bahrain untuk mencegah build-up long ball lawan. Tercatat, Joey memiliki statistik 100% duel won pada pertandingan pertamanya di Gelora Bung Karno!
Secara taktis, ia juga paham bagaimana bertahan tanpa bola. Ketika tim memutuskan untuk melakukan pressing tinggi, ia keluar dari posisi dan ikut naik agar struktur pressing tetap terjaga. Ia memang tidak terlibat langsung merebut bola, tapi pergerakannya penting untuk menggagalkan build-up lawan.
Puzzle yang Terisi: Masa Depan Timnas Bersama Pelupessy
Debut Joey Pelupessy di Timnas Indonesia tergolong sangat mengesankan. Ia berhasil menambal kepingan puzzle yang hilang di sektor gelandang nomor 6. Disiplin posisinya membuat tim asuhan Kluivert ini lebih seimbang antara menyerang dan bertahan.
Tentu, PR masih ada. Pertandingan versus Bahrain kemarin tergolong berintensitas rendah hingga sedang. Kemampuan Pelupessy ini akan makin teruji di pertandingan berintensitas tinggi. Hal ini juga yang mungkin jadi alasan mengapa ia bermain di Liga 2 Belgia, yang intensitasnya lebih rendah dibanding liga-liga top Eropa. Umpan progresif juga jarang ia lakukan, meski sempat beberapa kali mengirim bola ke area sayap, sayangnya belum mampu dijangkau rekannya.
Meski begitu, secara keseluruhan, Joey Pelupessy akan menjadi tambahan pemain yang krusial bagi sisa laga Timnas Indonesia nanti. Kehadirannya memberikan harapan baru untuk lini tengah Garuda.





