Hari Jadi Bank Mandiri ke-26, Kilas Balik Peleburan 4 Bank Pelat Merah

Jakarta – Hari ini 26 tahun yang digunakan lalu, Bank Mandiri berdiri setelahnya peleburan empat bank pemerintah pada 2 Oktober 1998. Adapun bank yang disebutkan antara lain, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Tanah Air juga Bank Pembangunan Indonesia.
Dilansir dari laman Instagram @bankmandiri, peringatan keras hari jadi ini dimeriahkan dengan diskon 26 persen, nilai special 26 ribu, atau hemat sampai dengan Mata Uang Rupiah 2,6 jt dalam beragam merchant yang digunakan dapat dinikmati oleh seluruh pengguna kartu kredit, debit, QRIS Livin’ by Mandiri, kemudian Livin’ Paylater, hingga Livin’ poin.
Kilas Balik Bank Mandiri
Dilansir dari laman resmi Bank Mandiri, bank ini merupakan hasil penggabungan dari empat bank pemerintah berdasarkan Akta No.10 tertanggal 2 Oktober 1998. Dirangkum dari Laporan Tahunan 2021 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Mandiri dibuat dihadapan Notaris Sutjipto, S.H. berdasarkan Peraturan otoritas No. 75 Tahun 1998.
Selanjutnya, akta establishment yang disebutkan memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman Republik Tanah Air No. C26561. HT.01.01 TH 98 per tanggal 2 Oktober 1998. Lalu disampaikan pada Berita Negara Republik Nusantara No. 97 tanggal 4 Desember 1998 lalu Tambahan Berita Negara Republik Negara Indonesia No. 6859.
Bank Mandiri bermula dari restrukturisasi pemerintah Indonesi berhadapan dengan Bank Anggota Penggabungan pada akhir Februari 1998. Setelahnya, pemerintah mendirikan Bank Mandiri pada Oktober 1998 dengan melakukan penyetoran tunai juga pengalihan saham pemerintahan pada Bank Partisipan Penggabungan.
Upaya restrukturisasi yang disebutkan dicetuskan pada akta notaris Sutjipto, S.H., No. 100 pada 24 Juli 1999. Kemudian disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Negara Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-13.781.HT.01.04.TH.99 kemudian disetujui oleh Pengurus Bank Indonesia dengan Surat Keputusan No. 1/9/KEP.GBI/1999 tertanggal 29 Juli 1999. Peleburan yang dimaksud juga dinyatakan sah oleh Kepala Kantor Departemen Pertambangan kemudian Perdagangan Ibukota Selatan melalui Surat Keputusan No. 09031827089 pada 31 Juli 1999.
Dengan itu, status Bank Partisipan Penggabungan resmi secara hukum melakukan penggabungan bidang usaha ke pada Bank Mandiri. Sehingga seluruh aset serta liabilitas Bank Anggota Penggabungan dialihkan ke Bank Mandiri sebagai Bank Hasil Penggabungan. Semua operasi kemudian aktivitas industri Bank Audien Penggabungan juga dialihkan ke Bank Mandiri.
Adapun modal awal untuk mendirikan Bank Mandiri menggunakan modal dasar senilai enam belas triliun rupiah. Modal ini terdiri dari 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna lalu 63.999.999.999 (enam puluh tiga miliar sembilan ratus sembilan puluh sembilan jt sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan) lembar saham Seri B dengan masing-masing saham bernilai nominal Mata Uang Rupiah 250.
Namun, modal yang tersebut disetor penuh Bank Mandiri belaka berjumlah Rp11.666.666.666.500 atau sebelas triliun enam ratus enam puluh enam miliar enam ratus enam puluh enam jt enam ratus enam puluh enam ribu lima ratus Rupiah. Disarikan dari idx.co.id, modal yang dimaksud berbagi berubah menjadi 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal sebesar Rp250 (dua ratus lima puluh Rupiah) dan juga 46.666.666.665 lembar saham Seri B dengan nilai masing masing nominal sebesar Rp250.
Bank Mandiri mulai beroperasi pada 1 Agustus 1999 serta beberapa kali mengalami inovasi Anggaran Dasar. Perubahan yang disebutkan direalisasikan untuk menyesuaikan standarisasi anggaran dasar BUMN terbuka. Terakhir, pembaharuan yang disebutkan sudah pernah diterima dan juga dicatat oleh Menteri Hukum kemudian Hak Asasi Manusia Republik Tanah Air melalui Surat No. AHUAH.01.03-0307305 pertanggal 12 Mei 2021.
NI KADEK TRISNA CINTYA DEWI | KHUMAR MAHENDRA I IRMA AULIA IRAWAN
Artikel ini disadur dari Hari Jadi Bank Mandiri ke-26, Kilas Balik Peleburan 4 Bank Pelat Merah






