Filippo Inzaghi Tinggalkan Pisa, Siap Menuju Palermo?

Pisa, Italia – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Italia. Filippo Inzaghi, pelatih yang baru saja sukses membawa Pisa promosi ke Serie A, resmi berpisah dengan klub. Keputusan ini menuai banyak pertanyaan, mengingat prestasi gemilang yang baru saja diraihnya bersama tim berjuluk Nerazzurri tersebut.
Inzaghi, yang sebelumnya menukangi AC Milan, sukses mengantarkan Pisa finis di posisi kedua klasemen Serie B musim 2024/2025. Hasil ini secara otomatis memastikan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Italia. Bersama Sassuolo dan Cremonese, Pisa akan berlaga di Serie A musim depan, mengakhiri penantian 34 tahun sejak terakhir kali mereka berkompetisi di liga teratas.
Performa Gemilang di Musim Perdana
Meskipun baru ditunjuk sebagai pelatih Pisa pada awal musim lalu, dampak Pippo Inzaghi langsung terasa signifikan. Dengan sistem permainan yang rapi dan strategi yang jitu, ia berhasil membangun tim yang solid dan kompetitif. Keberhasilannya membawa Pisa promosi menjadi bukti nyata kualitas kepelatihannya.
Alasan Pengunduran Diri dan Destinasi Berikutnya
Meski membawa Pisa promosi ke Serie A, Inzaghi memilih untuk tidak melanjutkan perjalanannya bersama klub. Menurut berbagai laporan, ia justru dikabarkan tertarik untuk menerima pinangan dari Palermo, klub yang masih berkompetisi di Serie B.
Apabila kesepakatan tercapai, Palermo harus mengaktifkan klausul pelepasan sebesar €1 juta kepada Pisa untuk mendapatkan jasa pelatih berusia 51 tahun tersebut. Langkah ini menunjukkan ambisi Palermo untuk segera kembali ke kasta tertinggi.
Jejak Keluarga Inzaghi
Menariknya, keputusan Filippo Inzaghi ini mengikuti jejak adiknya, Simone Inzaghi. Sang adik baru-baru ini juga memutuskan meninggalkan Inter Milan dan menerima tawaran dari klub raksasa Liga Pro Saudi, Al Hilal, setelah menutup musim tanpa gelar bersama Nerazzurri.
Dengan kepergian Filippo Inzaghi dari Pisa, bursa pelatih di Italia semakin memanas. Nama Alberto Gilardino, mantan pelatih Genoa, disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Inzaghi di Pisa.






